Alasan Terjadinya Perbedaan Harga Smartphone, Perlukah Gadget Mahal?

Anda bisa berbahagia karena pasar smartphone di Indonesia semakin ramai dengan merk-merk pendatang baru. Dengan ketatnya kompetisi tersebut, bisa dijamin harga smartphone juga akan semakin murah. Contohnya, sekarang Anda tak perlu lagi mengeluarkan biaya sampai di atas Rp3 jutaan demi mendapatkan ponsel dengan spek terbaru dan sudah mendukung jaringan 4G.

Namun dari situ muncul pertanyaan, kenapa harga setiap merk bisa berbeda-beda? Padahal kalau dilihat-lihat, speknya hampir sama, bahkan bisa saja smartphone murah memiliki spek lebih bagus. Ambil contohnya ponsel merk Samsung dengan Xiaomi. Hanya dilihat dari speknya saja, seri Xiaomi Rp2 jutaan bisa bersaing dengan ponsel Samsung seharga Rp4 jutaan ke atas. Apakah smartphone memang perlu semahal itu?

Perbedaan harga smartphone bisa terjadi karena banyak hal. Lihatlah faktor-faktor di bawah ini:

Promosi

Biaya tinggi bisa karena tingginya intensitas promosi. Samsung, misalnya, mengeluarkan banyak biaya untuk mempromosikan brand tersebut dan mengasosiasikannya dengan kualitas. Efeknya, harga gadget jadi lebih mahal.

Biaya produksi

Biaya untuk memproduksi ponsel tidaklah sedikit, namun jika suplai pekerja banyak dan upahnya murah, harga bisa ditekan. Inilah alasan ponsel Tiongkok memiliki harga murah.

Kualitas komponen

Spek sama belum tentu memiliki kualitas sama. Jika komponennya dilihat satu-persatu, ponsel spek tinggi belum tentu menggunakan komponen yang sama kualitasnya dengan ponsel spek rendah.

Fokus produk

Ponsel yang ingin menggunakan satu fitur terbaru akan menjadikan harga ponsel sangat mahal. Jadi demi fitur baru, spek di bidang lain terpaksa diturunkan.

Pemasaran

Taktik pemasaran berbeda juga memberikan andil. Ponsel dari Tiongkok misalnya, fokus ke penjualan online, sehingga bisa menghemat dana membuka gerai.

Pertanyaan berikutnya, apakah Anda benar-benar membutuhkan smartphone dengan harga mahal tersebut? Mari lihat pertimbangan berikut:

Baca juga: Cermat Memilih Gerai iPhone Menawarkan Harga iPhone 4S yang Lebih Menguntungkan

  1. Penggunaan normal – kalau Anda hanya menggunakan smartphone untuk chatting dan media sosial, fitur-fitur canggih lain jadi mubazir.
  2. Multimedia – sebesar apapun layar ponsel, banyak orang yang merasa tak nyaman menonton di layarnya atau mendengarkan musik, kalau Anda juga demikian, sia-sia saja membeli ponsel multimedia.
  3. Hanya untuk selfie – Anda hanya menggunakan kamera saja untuk selfie dan jarang untuk yang lainnya. Kalau begitu, cukup pilih yang kamera bagus dan memori besar saja.
  4. Tidak suka main game – jarang bermain game di ponsel Anda? Berarti Anda tak butuh RAM besar ataupun prosesor multicore.

Kalau Anda termasuk salah satu dari yang di atas tersebut, maka Anda tidak butuh smartphone mahal. Anda bisa memilih ponsel seperti:

  • Evercoss A53 (Rp380.000,00) – RAM 512MB, Single-Core, layar 3,5 inci 320×480 pixel, kamera 2MP, baterai 1.200 mAh.
  • Advan S3D (Rp340.00,00) – RAM 512MB, memori 256MB+eksternal, layar 3,5 inci, kamera 2MP, Dual-SIM, baterai Li-Ion 1.300 mAh.
  • Mito A850 (Rp370.000,00) – layar IPS 3,5 inci, Single-Core, RAM 256MB, kamera 2MP, memori 256MB+eksternal, baterai 1.500 mAh.
  • Maxtron V3 (Rp415.000,00) – layar 3,5 inci, Single-Core, RAM 256MB, memori 512MB+eksternal, kamera 2MP, baterai 1.500 mAh.
  • Evercoss A200 (Rp480.000,00) – layar 3,5 inci, Dual-Core, RAM 256MB, memori 2GB+eksternal, kamera 3MP, baterai Li-Po 1.500 mAh.

Ponsel-ponsel tersebut cocok untuk Anda yang simple saja, hanya menggunakan ponsel untuk SMS, telepon, dan media sosial. Sudah terbukti, bukan, bahwa harga mahal bukan selalu menjadi bukti kualitas maupun merupakan ponsel yang Anda perlukan? Jangan langsung silau melihat harga smartphone yang mahal dan langsung ingin mendapatkannya, kalau ternyata Anda sendiri akhirnya jarang memakainya.

Share

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *