Pengadilan di Kentucky telah memberikan keputusan yang menguntungkan


Pengadilan di Kentucky telah memberikan keputusan yang menguntungkan– bagi pejabat negara bagian yang menuntut PokerStars atas denda sebesar $1,3 miliar. Keputusan ini mengikuti banding yang diajukan oleh PokerStars, yang sebelumnya telah membatalkan putusan yang menetapkan denda sekitar $870 juta.

Keputusan ini berkaitan dengan klaim bahwa PokerStars, yang dimiliki oleh Flutter dan diakuisisi pada Mei 2020, melakukan pelanggaran hukum di Kentucky. Meskipun PokerStars telah beroperasi di wilayah abu-abu hukum di AS setelah Black Friday pada tahun 2006, perusahaan kembali secara terbatas pada tahun 2016 dengan mendapatkan lisensi untuk beroperasi di New Jersey dan kemudian berkembang ke pasar Pennsylvania pada tahun 2019.

Dalam kasus ini, Mahkamah Agung Kentucky memutuskan bahwa PokerStars harus membayar denda sebesar $870 juta dan tambahan 12% pembayaran bunga, sehingga totalnya kunjungi agan terbaik https://influence.co/tujuhnaga06/about mencapai $1,3 miliar. Keputusan ini merupakan akhir dari serangkaian perjuangan hukum antara pejabat negara bagian dan PokerStars terkait dengan pelanggaran hukum perjudian online di Kentucky.

Setelah putusan ini, negara bagian Kentucky akan mengejar pembayaran dari PokerStars. Meskipun PokerStars telah memiliki sejarah hukum yang rumit di AS, terutama setelah Black Friday, perusahaan ini terus beroperasi di pasar yang diatur dengan izin yang sah. Keputusan ini dapat memberikan dampak pada cara operator perjudian online beroperasi dan mematuhi regulasi di berbagai yurisdiksi.